Apa sih ‘ROAD MAP’ itu ???
Sepertinya cukup mudah kalau kita mau terjemahkan secara bahasa inggris ke indonesia saja ya…tapi disini saya tidak akan menerjemahkan ‘Road Map’ dengan cara itu…kenapa??

—rasanya seperti saya menonton ‘frozen’ yang di dubbing bahasa Indonesia tidak hanya percakapannya saja tapi juga termasuk lagu soundtrack-nya yang kurang lebih jadi begini ‘lepaskan……lepaskan…….’ lalu tanpa saya sadari saya memasang muka aneh dan tidak percaya bahwa apa yang saya dengar somehow telah membuat membuat filmnya yang menurut saya sangat bagus jadi hancur lebur….tanpa mengurangi rasa hormat pada tim produksi yang menayangkan untuk bahasa Indonesia yang mana saya tahu itu tidak mudah…tapi semuanya itu menginspirasi saya untuk tidak menerjemahkan ‘Road Map’ seperti itu hehehe—

Analoginya begini misalkan kita pergi ke tempat yang kita belum pernah kesana sebelumnya, kita lalu menghidupkan aplikasi google maps atau waze mengharapkan mendapat direction agar menuntun kita di rute yang tepat untuk sampai tujuan. Kurang lebih seperti itulah arti ‘Road Map’ bagi musisi ketika mereka membaca lead sheet atau chord chart. Dibutuhkan direction yang mudah untuk diikuti agar musisi ‘tidak tersesat’ atau kalau bahasa yang akrab di lingkungan musisi kota bandung ‘ngojayyyy’.


Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca ‘Road Map’

  • Tanda ulang/Repeat Sign –> tanda ‘ : ‘ (titik dua) yang menunjukan bagian dalam part lagu untuk diulang. Dibawah ini contoh tanda ulang/repeat sign (gambar 1), dan contoh penggunaannya (gambar 2)

gambar 1

gambar repeat sign 1

gambar 2

gambar repeat sign 2

*tanda titik dua ( : ) di kiri menandakan ‘tempat pengulangan dimulai’ sedangkan   ( : ) yang kanan menandakan ‘lakukan pengulangan’

*pengulangan dimulai dari tanda bintang –> bar yang diulang ditandai anak panah putus-putus


  • Beat Repetitions –> tanda slash/garis miring yang menunjukan pengulangan ketukan sebelumnya. Perhatikan gambar 3 berikut ini :

gambar 3

gambar beat repetition

*Ketukan pertama diulangi kembali di ketukan 2, 3, 4.


  • Measure Repeat  gambar repeat sign–> Bentuknya seperti tanda  persen memberikan keterangan untuk mengulang bar sebelumnya.

gambar 4

gambar bar repetition 1

*bar yang pertama diulang kembali sama persis di bar 2, 3, 4.

Kita bisa juga menggunakan tanda ini untuk pengulangan lebih dari satu bar, misalnya dua bar yang akan diulang maka bentuknya menjadi seperti dibawah ini

gambar 5

gambar bar repetition 2 –> Ini artinya 2 bar sebelumnya diulang kembali sama persis, jika yang diulang lebih dari 2 bar disarankan menggunakan ‘Repeat Sign’


  • Multiple Endings –> digunakan jika pengulangan yang dilakukan memiliki bagian ‘ending’ yang berbeda.

Gambar 6

gambar multiple endings

*mainkan bar 1, 2, bar 3 (biasa disebut kamar 1) lalu repeat/ulangi lagi bar 1, 2, lalu loncat bar 4 (bar 3 tidak dimainkan lagi)

*multiple endings bisa dibuat lebih dari 2, disesuaikan dengan kebutuhan kita

Gambar 7

gambar multiple endings 2

*penulisan di gambar 7 ini bisa dilakukan juga untuk pengulangan yang lebih dari satu kali tapi hanya terdapat dua ending


  • D. C. ( Da Capo ) –> berasal bahasa Italia yang kurang lebih artinya ‘dari kepala’. Dalam chart ini artinya adalah ‘kembali ke part awal lagu’
  • D. C. al Coda –> kembali ke awal lagu, mainkan sampai ada keterangan ‘to Coda’  lalu mainkan langsung  ke bagian yang ditandai lambang coda –> gambar coda

gambar 8

gambar dc al coda–> cth penulisan DC al Coda

gambar 9

gambar coda di paranada–> cth penulisan bagian coda


 

  • D. S. ( Dal Segno ) –> berasal bahasa Italia juga yang kurang lebih artinya ‘dari tanda’. Dalam chart ini artinya adalah ‘kembali ke part yang terdapat tanda segno’ –>  gambar segno
  • D. S. al Coda –> kembali ke part yang diberi tanda segno, mainkan sampai ada keterangan ‘to Coda’, lalu mainkan langsung  ke bagian coda

gambar 10

gambar DS al coda–> cth penulisan DS al Coda


 

  • Fine –>  bagian akhir lagu
  • D. C. al Fine –> kembali ke part awal lagu mainkan hingga part akhir lagu
  • D. S. al Fine –> kembali ke part yang bertanda segno mainkan hingga part akhir lagu

gambar 11

gambar fine


  • Double Bars –> Menandakan akhir dari sebuah phrase atau bagian sebuah lagu. Apabila masih ada bagian lagu yang lain garis double bars yang digunakan hanya garis tipis saja, sedangkan untuk bagian akhir seluruh lagu, garis pada double bars yang paling belakang dibuat lebih tebal. Perhatikan gambar di bawah ini :

gambar 12

gambar double barline –> digunakan jika masih ada bagian lagu yang lain

gambar bar end–> digunakan pada bagian paling akhir seluruh lagu


  • Multiple Bar Rest –> Jika terdapat lebih dari satu bar ‘rest’ (diam – tidak memainkan apa-apa) maka dapat ditulis dalam satu bar saja menggunakan garis tebal pada paranada dan angka diatas bar yang menunjukan berapa bar lamanya ‘rest’. Untuk lebih jelas perhatikan gambar berikut

gambar 13

–> artinya ‘rest’ sebanyak empat bar

–> artinya ‘rest’ sebanyak 21 bar


Supaya lebih jelas mari kita lihat contoh ROAD MAP dan penjelasannya berikut ini :

— to be continue —